Review : Museum Angkut Batu

Setelah 3 tahun berturut-turut mengunjungi Batu Secret Zoo tiap libur lebaran, tahun ini saya berencana mengajak anak-anak ke Museum Angkut, secara sejak dibuka tahun lalu  kami belum pernah ke sana. Walaupun akhirnya anak-anak diajak eyangnya ke Batu Secret Zoo sebulan setelah lebaran (4 tahun berturut-turut dong jadinya 😀), kunjungan ke Museum Angkut terasa cukup berkesan buat mereka.

Masih satu grup dengan Jawa Timur Park 1 dan 2 serta Batu Night Spectacular, Museum Angkut ini dekat dengan area Batu Secret Zoo (Jatim Park 2). Seperti bisa ditebak dari namanya, museum ini menampilkan alat-alat transportasi tradisional dan modern, bermesin maupun tidak. Mulai sepeda, delman, mobil, hingga pesawat terbang. Di sini bahkan ada sepeda uap dan mobil uap yang pertama kali dibuat. Tapi cuma replika, bukan yang asli.

image
Sesa di depan mobil yang menurutnya seperti Stanley di film Cars

Selain memajang puluhan jenis mobil kuno (yang di beberapa bagian jadi tampak hanya seperti pameran mobil antik), tempat wisata ini juga menampilkan movie studio yang bisa digunakan untuk syuting film, video klip maupun sekedar foto pre wedding. Jadi setelah melewati zona edukasi, kita akan melewati studio-studio yang dibagi menjadi beberapa zona yaitu zona Batavia, Jerman, Inggris, zona Gangster and Broadway, Las Vegas, Italia, Hollywood dan zona Prancis, Salah satu lagu yang video klipnya berlokasi di Museum Angkut adalah lagunya Anang & Ashanti yang bisa ditonton di sini.

Sebagai movie studio, di sini terdapat replika bangunan yang menjadi ikon beberapa negara, seperti kawasan Kota Tua Jakarta lengkap dengan stasiun Kota serta kawasan pecinan, menara eiffel, istana Buckingham, Broadway Theatre lengkap dengan para penarinya, Gangster Town, Hollywood dan lain-lain.

image
Sesa dan Nino naik becak di pasar pecinan
image
Nino jadi penjual angkringan di area pasar tradisional🙂
image
Gemesin ya warungnya🙂
image
Di kawasan kota gangster jadul

Selain itu juga ada replika pom bensin, kantor polisi, pemadam kebakaran, bank dan restoran.

image
Di depan kantor polisi
image
Bersama para gangster dan penari Broadway
image
Di depan Broadway Theatre
image
Di depan Buckingham Palace yang mahsyur

Dengan harga tiket Rp 80.000 (weekend dan musim liburan), museum dan studio film ini sudah cukup bagus buat foto-foto daripada harus mahal-mahal ke Universal Studio 😀. Buat yang pakai kamera selain kamera hp, dikenakan charge Rp 30.000 per kamera. Menurut saya tempat wisata ini pas dengan kebutuhan banyak orang saat ini yaitu narsisme😆.

Tips saat berkunjung ke museum Angkut, makanlah dulu di area food court sebelum pintu masuk, karena gerbang baru dibuka jam 12 siang. Di dalam area museum seingat saya nggak ada penjual makanan. Musholla juga adanya di luar sebelum pintu masuk.

image
Warnanya vintage!
image
Where is McQueen?

3 thoughts on “Review : Museum Angkut Batu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s